Langsung ke konten utama

Orange juice, seuger...

Tahun baru cina baru saja lewat. Sangat wajar kalo gampang banget menjumpai buah jeruk di pasar lokal ataupun modern. Aku tidak punya kendala dengan meminum air dicampur jeruk lemon ataupun jeruk nipis. Tetapi aku tidak terlalu suka memakan buah jeruk manis. Kalau sekarang pilihannya apel atau jeruk. Aku pilih apel. Entah mengapa?? yang pasti sejak kejadian memakan jeruk manis yang agak sedikit pahit sewaktu aku kecil dulu dan aku dibuat muntah karena jeruk tersebut. Aku sedikit menghindari memakan buah ini.

Tetapi kalau jeruk manisnya di campur dengan air hangat menjadi minuman jeruk hangat, aku suka banget. hehehe..Ataupun jeruknya aku blender menjadi orange juice, aku juga suka.
Mungkin ini karena pada saat membuat orange juice, aku hanya memakai buliran dalam jeruk tanpa mengikut sertakan kulit ari dan salur-salur putihnya.

Baiklah, untuk kali ini aku akan bagikan salah satu alternatif minuman segar banget, seperti dikasih es batu. Agak lebay sih kedengarannya..Tapi emang seger beneran. Padahal aku tidak menambahkan es batu sama sekali ke dalam minuman ini..

Orange Juice Isi

Bahan:

2 buah jeruk medan/sunkist/kino/baby java, buang kulit arinya, ambil bulir-bulir orangenya saja
1 buah belimbing manis yang besar dan matang
2 sdm air perasan jeruk lemon
1 buah naga sedang besarnya
8 buah kelengkeng


Caranya:

*. Proses jeruk manis, belimbing dan air perasan jeruk lemon dengan 1/2 gelas air putih menggunakan blender.

*. Taruh dalam gelas besar orange juice tadi, beri topping potongan buah naga dan daging kelenkeng.

*. Juice siap dinikmati.






Penampakan juice dan toppingnya




Selamat mencoba,



Salam,

Komentar

Postingan populer dari blog ini

4 Tahun sudah...

  Dear Kak... 4 tahun sudah kakak meninggalkan kami... Masih di bulan Syawal... Kami adikmu berkunjung ke rumah abadi Kakak... Taman Pemakaman Umum Srenseng Sawah... Salah satu pemakaman umum yang asri walaupun sedikit panas tetapi cukup terawat, Kak... Rindu, Kak... Sangat... Airmataku kemaren menitik... Ingin berbagi cerita tentang Tole yang beranjak dewasa... Kemaren Iedul Fitri, Tole mengunjungi keluarga di Kalimantan Timur... Bapak dan Mamak bahagia sekali, Kak... Sepintas sekelebatan di pandangan mataku, ada bayangan kakak... Aku masih tidak menyangka menjemput Tole sendirian tanpa Kakak... Gak apa ya, Kak... Aku nangis sebentar waktu itu... Tetapi segera aku hapus agar tak terlihat oleh Tole, Mamak dan Bapak... Aku tidak ingin merusak momentnya, Kak... I love you so much... I miss you so much, Kak... Doaku selalu untukmu... Diberikan syurga terbaikNYA Allah SWT , Aamiin... Hold my hand...everything will be ok... Salam,

Dibuang sayang...

Dibuang sayang...sebenarnya lebih kepada pengen ngetik sesuatu aja...hehehe Iedul Fitri yang baru saja lewat masih terasa olehku. Tawa dan cerita yang lama hanya dibagi lewat layanan video call dan voice call selama pandemic era 2 tahunan. Akhirnya oleh pemerintah RI 01 diperbolehkan untuk merayakan secara offline bersama anggota keluarga. Mudik pun sudah diperbolehkan kembali, libur bersama Iedul Fitri pun sudah ditetapkan kembali mulai dari tgl 28 Mei sd 08 Juni 2022. Happy, pastinya...alhamdulillahirrabbil'alamin... Walaupun liburnya terasa singkat tapi bahagia...dan di libur lebaran tahun 2022 ini juga keponakanku Hanif berkumpul bersama... Aneka makanan dan hidangan lebaran yang penuh cita rasa Indonesia tersedia di rumah para kerabat. Pempek, Bajabuk (abon ikan) dan tumbuk ketan. Salam,

Belum ada judul 3

  Semburat senja yang merah... Terburu-buru aku merapikan perkakas pekerjaan pada sore itu...layar hapeku sudah berada pada posisi aplikasi ojek online dengan tujuan RS. Medistra Jl. Gatot Subroto... Rumah sakit yang terletak dijalur padat dan macet ini memang sangat pe-er untukku. Sebenarnya ada beberapa alternatif menuju bangunan yang berwarna hijau dan biru tersebut... Entah mengapa sore ini aku ingin segera menyapa ruangan tempat kakak dirawat...sudah 1 minggu ini kakak berada didalam ruangan Intensive Care Unit (ICU)...Ruangan yang cukup dingin dan steril terpisah dari pasien yang lain... Dan sudah seminggu pula kakak berdampingan dengan alat bantu pernafasan yang terpasang ditubuh kakak... Sebenarnya kakak enggan dan menolak ketika akan dipasangkan alat bantu pernapasan tersebut. Seolah-olah kakak sudah mengerti apa yang akan kami hadapi kedepannya...Tetapi kami semua hanyalah mahluk yang diminta untuk selalu berusaha dan bersandar kepada Allah SWT semata, selalu ada harapan ...