Langsung ke konten utama

Postingan

Social Distancing Measure (SDM)

Bismillahirrahmanirrahim... Hari kamis yang cerah, harapanku 19 Maret 2020 (24 Rajab 1441 H)... MasyaAllah Laa Quwatta Illa Billah... Sejak diberlakukannya Social Distancing Measure (SDM) oleh Mr. Gubernur DKI Jakarta Bapak Anies Baswedan... Otomatis sangat berpengaruh terhadap kondisi di ruang publik masyarakat Jakarta... Ada yang langsung mengaplikasikannya dengan berdiam diri di rumah saja, ada yang masih maju mundur ragu-ragu untuk mengurangi sedikit demi sedikit kegiatan diluar rumah dikarenakan ada beberapa kegiatan atau profesi yang tidak dapat dilakukan jarak jauh dan banyak pula bersikap cuek saja alias masa bodoh... Duuh suka gemesh sendiri sih...kalo ada orang tua, anak muda atau remaja yang masih ngeyel atas himbauan Gubernur DKI tersebut... Mereka gak punya tanggung jawab pekerjaan yg memang mewajibkan mereka untuk keluar rumah... Padahal sekolah-sekolah maupun universitas sudah diliburkan dari proses belajar mengajar... Bahkan ada beberapa siswa ataupu...

Novel Coronavirus 2019 juga mahluk ciptaan ALLAH SWT...

2019 Novel CoronaVirus   atau lebih dikenal sebagai 2019-nCoV... Begitu mendunia dan mengancam siapa saja.  Apa yang bisa dilakukan oleh Mahluk tanpa adanya Pertolongan, Perlindungan dan campur tangan ALLAH SWT... Karena sejatinya manusia itu tiada berarti apa-apa tanpa kuasa ALLAH SWT.  2019 Novel CoronaVirus atau  2019-nCoV... 2 hari ini sabtu dan ahad, aku habiskan dikost saja... Ada beberapa acara yang biasa aku ikuti, diundur karena musibah Covid 19... Walaupun kantor tempatku bekerja masih masuk dan beraktivitas seperti biasanya... Dibeberapa tempat layanan publik seperti kantorku, dilakukan pengecekan suhu badan setiap harinya dan disediakan cairan pembersih tangan... Dan Sabtu ini diadakan penyemprotan desinfektan gedung kantor tempat aku bekerja... Stasiun MRT dan Kommutter Line dilakukan pengecekan suhu tubuh, kampanye cuci tangan, tersedianya cairan pembersih tangan, juga pembagian masker gratis kepada orang-orang yang sedang batuk dan pilek......

Antara Hujan, Rindu dan Doa

Langit gelap...Hawa dingin yang masuk melalui jendela kamarku seakan mampu merasakan gejolak yang sedang aku rasakan... Bermacam rasa yang berkecamuk saat itu...seolah enggan dan menolak keras untuk menerima ajakan sabar dari sisi hati yang lain...  Mencoba berpikir keras untuk mengenali gelombang asing yang sangat halus dan teramat halus mengantarkan signalnya kedalam otakku dan mencoba masuk memenuhi setiap relung hatiku... Jarang sekali kutemui hatiku berkerja keras seperti ini... Mencoba mengenali apakah ini hanya kepalsuan ataukah jujur dan tulus adanya... Ah, virus apalagi yang sedang melanda hatiku, jiwa dan pikiranku... Aku hampir tak mengenalinya... Halus tanpa permisi datangnya...dan tanpa pamit perginya.. Seolah hati ini dibiarkan bermain dan berbolak balik dengan sendirinya... Sungguh amatlah ajaib hati ini, dia dengan mudah berekspresi melebihi kecepatan waktu...memaksa jiwa untuk mengejar ketertinggalannya... Dan hujan selalu berhasil menjadi pemi...

Belum ada judul 2...

Kondisi tak nyaman 1 "Dik Sari, bangun"...aku mencoba membangunkan keponakan suami Kakak yang sudah aku anggap seperti adik perempuanku sendiri... "Iya, mbak Rita..ada apa??" Tanyanya lagi sambil mengucek kedua bola matanya, karena terasa berat untuk membukanya... "Minta tolong bangunin mas Tito ya, Dik...Aku akan membangunkan mbah Kakung dan mbah Uti..."jawabku lagi sambil menghampiri kantong tidur Bapak kemudian kantong tidur Mama... "Baik, Mbak" jawab Dik Sari sambil bergegas menghampiri kantong tidur mas Tito... Lebih kurang 3 bulan ini rumah sakit Cipto Klinik Kencana berfungsi sebagai tempat tinggal kami semua... Aku pergi dan pulang kerja selalu kembali ke gedung putih yang terletak diseputaran stasiun KRL Cikini ini... Begitupula suami kakakku...hanya Adikku Sari yang lebih banyak menghabiskan waktunya dirumah Bringin dan mengurusi rumah dikarenakan tugas pekerjaan Dik Sari sebagai tenaga medis perawat disalah sat...

Renungan Senin Sore

Pernah nyakitin perasaan orang lain baik dengan lisan, perangai tindakan ataupun tulisan???... Pasti kebanyakan dari kita jarang sekali yang mau mengakuinya, kecuali kita sendiri sudah dijedotin sama ALLAH SWT secara langsung dan terang-terangan...Padahal fitrahnya manusia itu selalu berbuat salah, dzolim dan bodohnya minta ampun... Pernah disakiti perasaannya oleh mahluk yang bernama manusia lewat lisan, perangai tindakan ataupun tulisan???... Kalo pertanyaan ini yg ditanyakan kepada kita, kita pasti mampu menjawab dengan lantang dan yakin " SAYA PERNAH "... Itulah manusia...Gampang sekali menunjuk ke arah manusia lain jika fitnah, ujian, cobaan dan musibah menimpanya... "Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan ALLAH memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).  ( QS. Ash-Shura : 30 ). Salam,

Bukan Puisi Cinta Biasa part.2

Aku adalah manusia yang dzolim, bodoh, lemah dan penuh ketergesaan... Aku bukanlah seorang " SALAFFUS SALIH "... Yang mampu berdiri tegak dan gagah berani... Aku bukan pula seorang ahli ibadah yang penuh dengan kesempurnaan... Aku mengerti hidup bukanlah seperti dongeng pengantar tidur... Yang disetiap akhir ceritanya selalu berbahagia... Ada istana yang megah dan indah lengkap dengan Raja, Ratu juga Putra Putri Mahkotanya... Yang aku tau... Aku adalah mahluk yang terus belajar dan berusaha menyerahkan diriku.... Jiwaku dan hatiku hanya kepada RABBUL'ALAMIN ... Dengan penuh rasa syukur atas semua yang sudah ALLAH SWT titipkan kepadaku... Kita tidak pernah tau... Dari pintu mana ALLAH SWT akan menurunkan rahmatnya kepada kita untuk memasuki taman-taman syurganya kelak... Apakah lewat kesempurnaan hidup dimata manusia... Ataukah ... Lewat ketidak sempurnaan hidup dimata manusia??... Terkadang pengadilan manusia itu lebih kejam dari pengadilanNYA... Akan s...

Bukan Puisi Cinta Biasa part.1

Cinta dimanapun kamu berada saat ini... Dibelahan bumi mana kamu sedang berjalan dan berjuang saat ini... Dengarkanlah doaku.. Aku minta temuilah hatiku segera... Semoga ALLAH SWT memberikan petunjuk kepada jalanmu untuk pertemuan yang telah lama kita nantikan... Janganlah tersesat menemukanku, karena aku masih setia menunggumu... Aku takut pada kelemahanku... Segeralah menemukanku...tuntunlah aku...cintailah aku sewajarnya saja...terimalah aku apa adanya dengan tulus tanpa syarat... Tapi kalau ALLAH SWT masih menginginkan kita untuk belajar tentang episode hidup ini lebih banyak lagi... Aku mohon jangan lama-lama karena aku adalah mahluk yang bodoh dan penuh dengan ketergesaan... Aku takut... Aku minta kepada Rabb kita untuk mempertemukan kita di kala senja hari ataupun di kala manusia lain sedang terlelap... Aku merindukanmu menyusuri dimensi doa kita... Mengetuk pintu takdir ALLAH SWT... Untuk mempertemukan kita diwaktu yang tepat... Untuk menurunkan cinta kita dilan...