Langsung ke konten utama

Perenungan Pagi Pertama

Perenungan pagiku (23 Sept 2020)...

MasyaAllah, Laa Quwwatta Illa Billah...Allahu Akbar...Allahu Rahman...Allahu Rahiim...


Allah SWT Rabbul'alamin selalu punya cara tersendiri untuk menyentuh qolbu mahluknya dalam mengatakan bahwa Allah SWT sangat menyanyangi dan mencintai mahluknya..Melebihi cinta seorang ibu kepada anaknya...


Masikah aku meragukannya??

Masihkah aku mempertanyakannya??


Bila pagi ini Rabbku Yaa Rahman Yaa Rahim...

Menuntun qolbuku secara tak aku sadari dengan kelemahan, kebodohan dan ketidak mengertianku sebagai seorang mahluk...untuk...

Berbicara kepadaku...

Menasehatiku...

Menyentuh qolbuku...

Melalui perkataanNYA...


Masih pantaskah aku bertanya???

Padahal disaat bersamaan aku selalu meminta Rahmat dan TaufiqNYA agar kebaikan selalu menyertaiku dan aku selalu dipertemukan dengan orang-orang yang baik dan solih, dijauhkan dari Marabahaya, Malapetaka, penyakit yg berbahaya dan semua keburukan baik yg berasal dari mahluknya yg bernyawa maupun yg tak bernyawa...


Sadarlah duhai qolbuku....

Berpikirlah duhai qolbuku...

Tak ada waktu untuk menunda Rukuk dan Sujudmu duhai qolbuku...

Sampai kapan aku akan berlari menjauh...

Disaat Allah SWT memintaku untuk mengenalNYA lebih dekat..dekat..dan mesra lagi...

MasyaAllah....

Kasih sayang NYA kepadamu tak pernah berkurang...

CintaNYA kepadamu selalu ada dan nyata...

Mendekatlah kepada NYA...dengan selalu meminta pertolonganNYA baik dalam kondisi duka terlebih dalam kondisi suka....


Saling Doa dan saling support...

Semoga pandemi ini segera Allah SWT angkat dari muka bumi...

Aamiin Yaa Rabb...





Salam Damai,


Komentar

Postingan populer dari blog ini

4 Tahun sudah...

  Dear Kak... 4 tahun sudah kakak meninggalkan kami... Masih di bulan Syawal... Kami adikmu berkunjung ke rumah abadi Kakak... Taman Pemakaman Umum Srenseng Sawah... Salah satu pemakaman umum yang asri walaupun sedikit panas tetapi cukup terawat, Kak... Rindu, Kak... Sangat... Airmataku kemaren menitik... Ingin berbagi cerita tentang Tole yang beranjak dewasa... Kemaren Iedul Fitri, Tole mengunjungi keluarga di Kalimantan Timur... Bapak dan Mamak bahagia sekali, Kak... Sepintas sekelebatan di pandangan mataku, ada bayangan kakak... Aku masih tidak menyangka menjemput Tole sendirian tanpa Kakak... Gak apa ya, Kak... Aku nangis sebentar waktu itu... Tetapi segera aku hapus agar tak terlihat oleh Tole, Mamak dan Bapak... Aku tidak ingin merusak momentnya, Kak... I love you so much... I miss you so much, Kak... Doaku selalu untukmu... Diberikan syurga terbaikNYA Allah SWT , Aamiin... Hold my hand...everything will be ok... Salam,

Dibuang sayang...

Dibuang sayang...sebenarnya lebih kepada pengen ngetik sesuatu aja...hehehe Iedul Fitri yang baru saja lewat masih terasa olehku. Tawa dan cerita yang lama hanya dibagi lewat layanan video call dan voice call selama pandemic era 2 tahunan. Akhirnya oleh pemerintah RI 01 diperbolehkan untuk merayakan secara offline bersama anggota keluarga. Mudik pun sudah diperbolehkan kembali, libur bersama Iedul Fitri pun sudah ditetapkan kembali mulai dari tgl 28 Mei sd 08 Juni 2022. Happy, pastinya...alhamdulillahirrabbil'alamin... Walaupun liburnya terasa singkat tapi bahagia...dan di libur lebaran tahun 2022 ini juga keponakanku Hanif berkumpul bersama... Aneka makanan dan hidangan lebaran yang penuh cita rasa Indonesia tersedia di rumah para kerabat. Pempek, Bajabuk (abon ikan) dan tumbuk ketan. Salam,

Belum ada judul 3

  Semburat senja yang merah... Terburu-buru aku merapikan perkakas pekerjaan pada sore itu...layar hapeku sudah berada pada posisi aplikasi ojek online dengan tujuan RS. Medistra Jl. Gatot Subroto... Rumah sakit yang terletak dijalur padat dan macet ini memang sangat pe-er untukku. Sebenarnya ada beberapa alternatif menuju bangunan yang berwarna hijau dan biru tersebut... Entah mengapa sore ini aku ingin segera menyapa ruangan tempat kakak dirawat...sudah 1 minggu ini kakak berada didalam ruangan Intensive Care Unit (ICU)...Ruangan yang cukup dingin dan steril terpisah dari pasien yang lain... Dan sudah seminggu pula kakak berdampingan dengan alat bantu pernafasan yang terpasang ditubuh kakak... Sebenarnya kakak enggan dan menolak ketika akan dipasangkan alat bantu pernapasan tersebut. Seolah-olah kakak sudah mengerti apa yang akan kami hadapi kedepannya...Tetapi kami semua hanyalah mahluk yang diminta untuk selalu berusaha dan bersandar kepada Allah SWT semata, selalu ada harapan ...